PKS NEWS UPDATE:
« »

Selasa, 10 Januari 2012

Hardship

 
For any of you struggling today, may you find solace in this verse of the Qur'an: 
"Do you think that you could enter paradise without having suffered like those who passed away before you? Misfortune and hardship befell them, and so shaken were they that the apostle, and the believers with him, would exclaim, "When will God's help come?" Oh, verily, God's help is [always] near!" 2:214 
Be in God's care everybody!
*)  http://www.facebook.com/sarahjoseph.co
*) http://500px.com/photo/2914796 (picture)

Meminta hanya kepada Allah


Dari Abu Al Abbas Abdullah bin Abbas radhiallahuanhuma, beliau berkata, “Suatu saat saya berada dibelakang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Wahai ananda, saya akan mengajarkan kepadamu beberapa perkara:

'1) Jagalah Allah , niscaya dia akan menjagamu, jagalah Allah niscaya Dia akan selalu berada dihadapanmu

2). Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah.

3). Ketahuilah sesungguhnya jika sebuah umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu , niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Allah tetapkan bagimu.

Pena telah diangkat dan lembaran telah kering ’”

(HR. Turmuzi dan dia berkata, Haditsnya hasan shahih)


*) http://www.facebook.com/fitriana.nugraha

Selasa, 03 Januari 2012

Tentukan Posisimu


Tentukanlah di mana posisimu ; penonton yang mencari hiburan, penunggu yang tak punya empati, atau pengharap kegagalan karena ada yang tak sejalan dengan persepsi mereka. Atau menjadi penuntun dengan mengikuti pengenalan sistem navigasi yang akurat dan keyakinan yang mantap, bahwa laut tetap bergelombang dan di seberang sana ada pantai harapan.
(KH. Rahmat Abdullah)

Dari status FB page Fitriana Nugraha 

Menumbuhkan Kemampuan Menguasai Masyarakat

Taujih Ustadz Hilmi Aminuddin
(Ketua Majelis Syuro PKS)


Penguasaan masyarakat akan sangat tergantung pada tumbuhnya lima jenis kader dakwah sebagai berikut,


Pertama, al khotib al jamahiriy, tumbuhnya para khuthoba yang bersemangat, yaitu mereka yang mampu menyampaikan pesan-pesan Islam dengan jelas dan terang, penuh gairah dan dinamika. Para khotib bersemangat muda yang menyampaikan hikmah (pengetahuan) orang-orang tua yang penuh pengalaman (hikmatus syuyukh fi hamasatus syabab). Bukan semangat orang tua dengan pengetahuan pemuda yang cetek.

Para khutoba ini hendaknya mampu melakukan tahridh (pengerahan massa) dan menumbuhkan tahmis (semangat) berdasarkan iman dan pengetahuan bukan emosi dan kebencian.

Kedua, al faqih asy sya’biy, orang-orang faqih di tengah masyarakat, yaitu para ulama yang takut pada Allah dan hidup di tengah-tengah masyarakat, memberikan bimbingan dan fatwa-fatwa yang lurus dan benar tentang masalah yang dihadapi masyarakat. Menjadi pendidik dan tempat bertanya yang tidak menimbulkan keraguan dan perpecahan. Selalu menghidupkan toleransi antar mazhab (fiqh) yang menjadi titik temu yang mempersatukan ummat. Dari itu ia senantiasa dicintai, didukung dan dibela oleh masyarakatnya. Khotib jamahiriy menjadi pendorong masyarakat ke jalan Alloh sedang faqih sya’biy membimbing masyarakat dalam jalan Alloh. Dia bukan faqih jetset yang memberi fatwa berdasarkan order, tetapi benar-benar menyuarakan pimpinan Allah dan RasulNya.

Ketiga, al-Amal atau at ta’awuni al khoiriy, aktifitas kejama’ahan sosial. Tujuan utama dari aktifitas ini adalah memfungsikan masjid-masjid sesuai dengan bimbingan Rasululloh. Untuk itu harus dibuat kerjasama sosial dengan berbagai lapisan masyarakat untuk mendekatkan ummat pada masjid. Sasaran program ini adalah ta’zizud da’iyah, memperkuat para da’i sebagai pelopor di berbagai bidang. Para da’i kita hendaknya disokong sepenuhnya agar mampu menyantuni massa umat sehingga ia memiliki gengsi dan prestise yang tinggi yang membuat umat ikut pada arahannya. Biasanya masyarakat kita sangat patuh bila dakwah dimulai dengan santunan yang memperhatikan kebutuhan mereka.

Keempat, masyru’ al iqtishodis sya’biy, menumbuhkan ekonomi masyarakat kecil. Harakah dakwah harus turut meningkatkan taraf ekonomi umat Islam yang pada umumnya masih sangat lemah. Usaha-usaha ekonomi hendaknya usaha yang ringan, mudah dijangkau dan memasyarakat. Berbagai klub, perhimpunan atau organisasi ekonomi kecil perlu ditumbuhkan dan dibimbing oleh para da’i yang sekaligus menjadi pembimbing rohani mereka. Sasaran program ini adalah agar masyarakat pendukung da’wah dapat iktifa’ dzati (berdikari) di satu sisi dan di sisi lain bisa mengendalikan laju ekonomi secara keseluruhan.

Kelima, al i’lam as sya’biy, penerangan yang memasyarakat. Potensi i’lam hendaknya tumbuh dari orang-orang yang memahami aqidah, fikrah dan manhaj serta mundhobith (disiplin) kebijaksanaan jama’ah, agar pembentukan ro’yul ‘aam (opini umum) sesuai dengan rancangan da’wah. Sebab bidang ini merupakan titik rawan amni suatu gerakan da’wah. Pers yang ditumbuhkan dari dalam adalah pers yang murah dan mudah dibaca oleh masyarakat. Bukan penampilan elite yang membuat umat enggan membacanya atau menyedot potensi harakah dalam mengerjakannya. Yang penting bukan nama besar tetapi kemampuan menyebar dan meluas dengan cepat dalam berbagai bentuknya yang ringan; buletin, brosur, maklumat, majalah, koran dan aneka bentuk lainnya yang murah dan terjangkau, menyebar dari berbagai sumber dan dikerjakan cukup oleh setiap rumah tangga.

Selain itu perlu juga menyokong pers umat Islam yang telah ada agar memiliki ruh dan fikroh Islami. Para pakar jama’ah dakwah hendaknya menyumbangkan tulisan-tulisan bermutu pada pers yang dimiliki umat Islam. Bila perlu kita mampu menumbuhkan pers kaum muslimin menjadi pers harakah. Yaitu pers yang dikendalikan oleh personil harakah kita.

Dalam i’lam sya’bi perlu pula dimunculkan pendidikan Islam melalui radio-radio, televisi dan sebagainya. Tentu melalui thoriqoh yang mungkin bisa ditempuh dengan tidak meninggalkan unsur-unsur syar’i dalam penyajiannya. [ ]

*)http://al-intima.com/taujih-ust-hilmi-aminuddin/menumbuhkan-kemampuan-menguasai-masyarakat

*) http://www.pkspiyungan.org/2012/01/menumbuhkan-kemampuan-menguasai.html

Sabtu, 31 Desember 2011

Orang mukmin itu seperti lebah



Status Facebook Page, KH Muhammad Arifin Ilham, 31 Desember 2011
Assalaamu alaikum warahmatullahi barkaatuhu, Rasulullah bersabda :"Masalul mu'mini kannahli", "Org mu'min itu seperti lebah". 
Perhatikan lebah sahabatku, yg dimakan sari pati bunga - halal toyyib bergizi, yg dikeluarkan madu - tutur kata yg sopan santun mulia, hinggap dimanapun tdk merusak malah menyenangkan - akhlak mulia terutama rendah hatinya, bekerja keras sesuai tugas masing2 - disiplin,sgt ...solid saling menyayangi & melindungi (QS 9:71), satu disakiti mrk bela mati2an, & ingat!, sengatannyapun u menyembuhkan, marahnyapun jadi obat,
SUBHANALLAH, memang tdk ada ciptaan ALLAH yg kebetulan & sia sia, semua punya maksud, makna & tujuan, krn itu JANGAN BERBUAT SIA2 LAGI APALAGI SAMPAI BERANI MA'SIYAT, MALULAH PADA LEBAH!
Gambar diambil dari sini
 

Sikap Mukmin terhadap perubahan waktu

 Status Facebook Page, KH. Muhammad Arifin Ilham , 31 Desember 2011
Sikap mu'min terhadap perubahan waktu, tidak terjebak pada akhir tahun, tidak ada sunnahnya merayakan tahun baru, petasan, terompet, saling mengucapkan selamat apalagi sampai perayaan ma'siyat, ini perayaan yg sia sia, mubazir & jauh dari Syariat ALLAH, 
“Dan janganlah kamu menghambur2kan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros2 itu adalah saudara2 syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27).
Rasulullah ...bersabda, “Dulu kalian memiliki dua hari u senang2 di dalamnya. Sekarang ALLAH telah menggantikan bagi kalian dua hari yg lebih baik yaitu hari Idul Fithri dan Idul Adha”. (HR An Nasaai).
Dan Rasulullah melarang umatnya meniup terompet krn tradisinya org2 yahudi (HR Abu Daud). 
Majlis Ilmu & Zikir bertepatan malam tahun baru bukan untuk merayakan tahun baru itu, tetapi dalam rangka AL AMRU BIL MA'RUF WANNAHYU ANIL MUNGKAR karena sudah terlalu hebatnya ma'siyat malam tahun baru itu. Sungguh bagi org beriman stp hari adalah perubahan waktu krn itulah org beriman terus SIBUK MUHASABAH DIRI, IBADAH, AMAL SHOLEH & DAKWAH...
"Semoga Arifin & kalian semua sahabatku fillah tetap selalu dalam HIDAYAH ALLAH hingga meninggalkan dunia sebentar ini dalam keadaan HUSNUL KHOTIMAH...aamiin".
Dari status ustadz M. Arifin Ilham , gambar diambil dari sini

Selasa, 13 Desember 2011

2 Nikmat





‎"Ada 2 nikmat, dimana banyak manusia tertipu di dalamnya, yaitu kesehatan & kesempatan " (HR. Bukhari)

Ibnul Baththal berkata, "Arti dari hadits itu ialah hanya sedikit sekali orang yang sukses dalam menggunakannya." (Fathul Baari, Jilid IX, hlm. 229, Daar Al Ma'rifah)

"Barang siapa menggunakan kesempatan dan kesehatannya untuk ta'at kepada Allah, maka dialah orang yang amat bahagia. Dan barang
 siapa menggunakannya untuk bermaksiat kepada ALlah, maka dialah orang yang tertipu.

Karena kesempatan senantiasa diikuti dengan kesibukan dan kesehatan akan diikuti dengan masa sakit." (Fathul Baari)

-Disarikan dari buku Efisiensi Waktu dalam konsep Islam (Al Waqt 'Amaar au Damaar 1,2")- Jasiem M. Badr Al Muthawi'-Kuwait: Dar ad-Da'wah



Diambil dari Status Fitriana Nugraha, seorang trainer di Trustco
Gambar dari deviantart

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan